Salam Inspirasi Keilmiahan…

Berpacu Dalam Prestasi, Berkontribusi Untuk Negeri…

    Dunia pendidikan mutlak berkontribusi penuh terhadap eksistensi suatu bangsa. Ibarat tubuh manusia, pendidikan adalah otak manusia yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan segala ide, wawasan, maupun ilmu pengetahuan. Selain itu, otak juga berperan sebagai pusat koordinasi dari seluruh aktifitas tubuh. Layaknya pendidikan sebagai otak dari suatu bangsa, pendidikan tidak hanya berpatri pada aspek pengetahuan kognitif yang dimiliki, akan tetapi juga berorientasi pada pengaktualisasian secara nyata melaui berbagai riset atau penelitian. Dengan demikian, pengetahuan kognitif dan riset berkesinambungan, berjalan selaras untuk mencapai kemajuan sebuah bangsa.

    Pada tahun 2015 kemarin, telah dicanangkan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang merupakan suatu realisasi dari tujuan akhir terhadap integrasi ekonomi yang telah dianut dalam ASEAN Vision 2020. Siap atau tidaknya Bangsa Indonesia dalam menyikapi MEA ini, mau tidak mau kini Indonesia telah memasukinya. Indonesia harus mampu berdaya saing dengan masyarakat dikawasan ASEAN, salah satunya adalah dengan modal peningkatan pendidikan dan riset. Diperkirakan pada tahun 2020 Indonesia akan mengalami bonus demografi, dimana usia produktif lebih banyak daripada usia nonproduktif. Dan apabila tingkat pendidikan masyarakat Indonesia rendah, maka bisa jadi masyarakat yang berusia produktif menjadi nonproduktif karena kalah bersaing dengan masyarakat negara lain.

Bercermin dari pentingnya pendidikan dan riset dalam menghadapi MEA, maka dari itu ditahun 2016 ini, Kelompok Studi Ilmiah MIPA Scientist (KSI-MIST) FMIPA UNY menyelenggarakan kegiatan MARSS#3 (MIPA Road to Scientific Paper and Seminar #3) dengan mengusung tema Optimalisasi Teknologi Sains Terapan melalui Pengembangan Riset dan Pendidikan untuk Meningkatkan Daya Saing Bangsa di Era MEAyang merupakan serangkaian acara DIES NATALIS ke-52 UNY. Serangkaian acara MARSS#3 ini berlangsung selama tiga hari yaitu tanggal 13-15 Mei 2016 yang terdiri dari Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN), Field Trip, dan Seminar Nasional. Acara ini dapat terselenggara tak lepas dari peran dan dukungan berbagai pihak seperti MITI (Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi Indonesia), FOSMAN (Forum Saintis Muda Nasional), dan juga berbagai sponsor yang lain.

Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional (LKTIN) merupakan lomba kepenulisan dalam bidang ilmiah. Lomba ini diikuti oleh 177 tim dari dari beabagai universitas di Indonesia, diantaranya adalah Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Negeri Semarang, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga dan universitas ternama lain di Indonesia. Setelah melalui tahapan penjurian proposal kemudian diseleksi dan dipilih 10 besar karya terbaik sebagai finalis dan diundang untuk mempresentasikan karyanya pada hari Jumat, 14 Mei 2016 di Ruang Seminar FMIPA UNY.


10 Besar Finalis LKTIN MARSS#3

Field Trip dilaksanakan pada hari Jumat, 14 Mei 2016 dengan menggunakan bus UNY. Peserta dari Field Trip merupakan peserta 10 besar yang lolos LKTIN. Tempat yang menjadi tujuan Field Trip adalah
Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Malioboro. Kagiatan di hari Jumat tersebut diakhiri dengan acara bakar-bakar jagung di kompleks penginapan
Cottage Mliwis yang terletak di Jalan Cocakrawa No.6 Yogyakarta sebagai ajang pengakraban.

Field Trip Finalis 10 Besar LKTIN MARSS#3

Seminar Nasional dilaksanakan pada hari Minggu, 15 Mei 2016 di Gedung KPLT Fakultas Teknik UNY dan diikuti sekitar 300 peserta. Seminar Nasional ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu pembicara pertama Dekan FMIPA UNY atas nama Bapak Dr. Hartono, M.Si. kemudian pembicara kedua Dr. Eng Wisnu Jatmiko, S.T. MKom, dan pembicara ketiga Bapak Ir Gembong Danudiningrat dengan moderator Dr. Ariyadi Wijaya. Ketiga pembicara tersebut merupakan orang-orang yang ahli dalam bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Beberapa motivasi terkait dengan Pendidikan dan Riset disampaikan oleh ketiga pembicara tersebut. Selain itu juga disampaikan mengenai bagaimanakah peran dan usaha yang harus dilakukan oleh mahasiswa Indonesia dalam menghadapi MEA yang dimungkinkan akan menimbulkan bonus demografi. Selain ketiga pembicara tersebut, juga ada satu pembicara lagi yang kebetulan tidak bisa hadir karena ada kepentingan yang tidak bisa digantikan. Akan tetapi di tengah-tengah kesibukannya beliau sempat take video yang kemudian dikirimkan ke pihak panitia MARSS dan kemudian diputarkan pada saat Seminar Nasional. Beliau adalah Bapak Prof. Dr. (H.C.) Dahlan Iskan. Dalam video tersebut beliau menyampaikan maaf atas ketidakhadirannya. Beliau juga menyampaikan beberapa motivasi terkait dengan pendidikan di Indonesia di kalangan mahasiswa terkait dengan MEA.


Seminar Nasional MARSS#3 di Gedung KPLT FT UNY

Dalam acara Seminar Nasional MARSS#3 diumumkan finalis yang menjadi pemenang dalam LKTIN. Selain itu juga ada kategori juara favorit yang dipilih dari prototype terbaik oleh peserta Seminar Nasional. Pemang LKTIN juara 1 diraih oleh Institut Teknologi Bandung, juara 2 diraih oleh Universitas Negeri Yogyakarta, juara 3 diraih oleh Universitas Brawijaya, juara harapan 1 diraih oleh Institut Pertanian Bogor, juara harapan 2 diraih oleh Institus Pertanian Bogor, dan juara favorit diraih oleh Institut Teknologi Bandung.

Seminar ini juga dimeriahkan oleh Sanggar Tari Tembi Bantul dan kemudian Angklung Bandung Jawa Barat sebagai penutup dari acara Seminar Nasional. Dengan berakhirnya Seminar Nasional, maka seluruh rangkaian acara MARSS#3 UNY berakhir.