Senin, 20 Januari 2020 – Pada Tanggal 13-15 Januari kemarin, M. Yazid Alkhoiri (Kimia 2018) dan Annisa Huljannah (Kimia 2018) yang merupakan anggota KSI Mist FMIPA UNY berhasil meraih Gold Medal dalam International Science Technology and Engineering Competition (ISTEC) di Bandung. ISTEC merupakan kompetisi ilmiah tingkat internasional yang diadakan oleh Bandung Creative Society dan Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Dengan mengangkat tema “Science, Technology, and Engineering” yang bertujuan untuk mempertemukan inovator-inovator muda berprestasi melalui penemuan-penemuan hebat dalam menunjang persaingan di kancah dunia. Kompetisi tersebut diikuti 14 negara yaitu Indonesia, Turkmenistan, Afrika Selatan, Turki, Thailand, Malaysia, Brasil, Filipina, Sri Langka, Oman, Vietnam, Paraguay, dan Pakistan. Pada tahun 2020 ini diselenggarakan di Bandung. Selain mendapatkan Gold medal mereka juga meraih prestasi sebagai Best Poster.

Lewat karyanya yang berjudul “Polymer Based on Nanocelullose from Cassava Peel Waste as  Super Absorbent for Water Cleaner and Slow Release Watering” mereka berhasil menjuarai event internasional tersebut. Karya tersebut berupa Super Absorbent Polymer yang berasal dari limbah kulit singkong yang memiliki banyak manfaat, yaitu untuk membersihkan polutan organik dan anorganik, sebagai kapasitas penahan air, sebagai retensi air dan mendukung pertumbuhan tanaman caiism. Ide karya ini muncul karena dari banyaknya kasus-kasus kekeringan yang melanda sebagian Pulau Jawa. Kemudian mereka mulai meneliti dan mencari solusi dari permasalahan tersebut. Dalam proses penelitian tentunya mendapatkan beberapa kendala. Salah satunya waktu, mereka adalah mahasiswa semester 3 yang dipenuhi dengan kesibukan masing-masing. Namun mereka dapat saling membagi waktu untuk menyelesaikan penelitianya tersebut.

Menurut Huljannah salah satu dari tim peneliti ini menyampaikan bahwa ia sangat senang dan merasa tidak menyangka dapat memenangkan lomba ini sekaligus meraih best poster. Ia juga senang bisa mendapatkan pengalaman dan bertemu dengan teman-teman dari luar negeri dengan penelitian yang berasal dari masalah negara mereka, sehingga dia dan tim banyak belajar berbagai penelitian yang beraneka ragam.  Dia juga salut pada salah satu tim peserta dari PTN lain yang penelitiannya jauh lebih lama dari penelitian yang ia kerjakan. Dari itu, membuat ia pribadi jadi lebih mengerti bahwa penelitian itu memang butuh proses yang panjang dengan segala trial dan erornya. Dari lomba ini ia berpesan bahwa “Beranikan diri untuk keluar dari zona nyaman, Jangan pernah menyerah dan putus asa, nikmati proses yang ada karena dari situ kita belajar banyak hal”.